Selasa, 25 Februari 2014

Kenapa Harus Mahal Kalau Bisa Buat yang Murah dan Sehat

DONAT??? Donat adalah makanan yang banyak diminati oleh masyarakat. Dari anak kecil sampai orang dewasa semua menyukai donat. Maka dari itu banyak sekali orang yang menjual donat, mulai dari yang harga Rp.1000- Rp.20.000 . Dengan harga yang cukup mahal pun banyak orang rela mengeluarkan uangnya demi donat. Tetapi apakah donat yang kita beli itu sehat? Kenapa bisa dari asalnya adonan kecil bisa jadi besar ? Yuk kita kenali RAHASIA DIBALIK DONAT..

Syarat utama pembuatan donat adalah serasi pencampuran oleh pengadaan gas, kedua oleh koagulan dari suatu material pemanasan dalam oven sehingga gas tertahan dan struktur material distabilisasi. Pada prinsipnya pembuatan donat terdiri dari tahap – tahap yaitu:
1. Pencampuran adonan (dough)
2. Fermentasi adonan
3. Penggorengan
Tujuan dari pencampuran adalah untuk membuat adonan yang sempurna agar adonan mengembang dan mempunyai tesktur yang lembut, pori – pori kecil dan tidak bantat. Pada proses pencampuran adonan terjadi perubahan sebagian dari pati berubah menjadi gula. Selanjutnya pada proses fermentasi terjadi perubahan senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana.
Pada pencampuran bahan terjadi proses kimiawi.
1.      Air berfungsi utama untuk pembasahan, bekerja bersama protein untuk membentuk gluten, bersama starch untuk membentuk gelatinisasi, air juga untuk melarutkan gula, garam, dahn bahan lainnya. Kurang atau lebihnya air akan berpengaruh terhadap keras atau lunaknya sebuah adonan. Kebanyakan air akan memperlambat fermentasi tetapi jika kekurangan air akan mempercepat fermentasi dan adonan akan menjadi lengket.
2. Kemudian ragi berfungsi sebagai pengembang, sangat penting untuk fermentasi dan menghasilkan alkohol, panas dan citarasa. Asam laktat dan asam asetat yang dihasilkan selama fermentasi akan membuat adonan menjadi lebih lentur. Fermentasi juga menghasilkan ciri khas aroma pada adonan.
3.    Garam berfungsi sebagai pecita rasa adonan, garam juga berfungsi sebagai pengendali fermentasi.
4.   Gula berfungsi sebagai makanan ragi, sisa dari gula akan berperan sebagai warna kulit donat, citarasa donat, dan kelembutan donat serta dapat meningkatkan umur simpan donat.
5.   Mentega berfungsi sebagai pelumas adonan, penggunaan lemak secara normal akan meningkatkan volume adonan, juga berperan sebagai peningkatan keempukan donat yang akan membuat pori-pori donat menjadi halus.
6. Protein gliadin dan glutenin (dalam tepung terigu) bila ditambah air akan membentuk gluten, saat air ditambahkan glutenin mengembang dan menyerap gliadin, mesonin dan sebagian protein larut air, sedangkan fungsi gluten itu sendiri adalah untuk menahan gas.
Saat pengembangan adonan, udara (oksigen) akan masuk kedalam adonan, akibatnya akan terjadi kondisi yang anaerob dan terjadi proses fermentasi dan juga menghasilkan gas CO2. Gas CO2 yang terbentuk menyebabkan adonan donat mengembang dan alkohol berkontribusi dalam membentuk aroma donat.Proses fermentasi oleh ragi juga berhubungan dengan aktivitas enzim yang terdapat pada ragi.

      Alat dan bahan :
            Alat :
1.      Baskom
2.      Mangkuk
3.      Pisau
4.      Panci
5.      Sendok
6.      Penggerus

            Bahan :
1.       500 gr tepung terigu
2.      200 gr kentang
3.      100 gr gula pasir
4.      100 ml air dingin
5.      75 gr mentega
6.      50 gr susu bubuk
7.      11 gr ragi instant (1 sachet )
8.      4 butir kuning telur
9.      ½ sendok teh garam

              Cara kerja :
           ·  Rebus kentang dan Gerus hingga halus

·  Campurkan tepung terigu,gula , susu bubuk dan ragi instan ,kemudian aduk hingga rata

·  Setelah itu masukan kentang halus , kuning telur  dan air dingin, aduk lagi hingga rata.

·  Selanjutnya diamkan selama 20 menit. hingga mengembang,kemudian lubangi tengahnya hingga berbentuk cincin .

·  Sambil menunggu donat mengembang . panaskan minyak.
·  Jika sudah panas , masukan donat dan goreng hingga berwarna kuning keemasan, angkat dan tiriskan.
·  Taburi donat dengan gula halus atau hiasi dengan topping.
·  Donat kentang siap untuk dihidangkan.
·     





            Dari hasil percobaan yang dilakukan didapatkan bahwa donat termasuk kedalam buih padat. Dimana fase terdispersi gas dan dengan medium pendispersi zat padat (adonan). Proses peragian pada donat yang melepas gas karbondioksida terlibat dalam proses pembuatan donat. Kestabilan buih ini dapat diperoleh dari zat pembuih juga (surfaktan). Zat pembuih protein gluten dari tepung kemudian akan membentuk lapisan tipis mengelilingi gelembung karbondioksida untuk membentuk buih padat.



0 komentar:

Posting Komentar