Syarat utama pembuatan
donat adalah serasi pencampuran oleh pengadaan gas, kedua oleh koagulan dari
suatu material pemanasan dalam oven sehingga gas tertahan dan struktur material
distabilisasi. Pada prinsipnya pembuatan donat terdiri dari tahap – tahap yaitu:
1. Pencampuran adonan (dough)
2. Fermentasi adonan
3. Penggorengan
1. Pencampuran adonan (dough)
2. Fermentasi adonan
3. Penggorengan
Tujuan dari
pencampuran adalah untuk membuat adonan yang sempurna agar adonan mengembang
dan mempunyai tesktur yang lembut, pori – pori kecil dan tidak bantat. Pada
proses pencampuran adonan terjadi perubahan sebagian dari pati berubah menjadi
gula. Selanjutnya pada proses fermentasi terjadi perubahan senyawa kompleks
menjadi senyawa sederhana.
Pada
pencampuran bahan terjadi proses kimiawi.
1.
Air
berfungsi utama untuk pembasahan, bekerja bersama protein untuk membentuk
gluten, bersama starch untuk membentuk gelatinisasi, air juga untuk melarutkan
gula, garam, dahn bahan lainnya. Kurang atau lebihnya air akan berpengaruh
terhadap keras atau lunaknya sebuah adonan. Kebanyakan air akan memperlambat
fermentasi tetapi jika kekurangan air akan mempercepat fermentasi dan adonan
akan menjadi lengket.
2. Kemudian
ragi berfungsi sebagai pengembang, sangat penting untuk fermentasi dan
menghasilkan alkohol, panas dan citarasa. Asam laktat dan asam asetat yang
dihasilkan selama fermentasi akan membuat adonan menjadi lebih lentur.
Fermentasi juga menghasilkan ciri khas aroma pada adonan.
3. Garam
berfungsi sebagai pecita rasa adonan, garam juga berfungsi sebagai pengendali
fermentasi.
4. Gula berfungsi sebagai
makanan ragi, sisa dari gula akan berperan sebagai warna kulit donat, citarasa
donat, dan kelembutan donat serta dapat meningkatkan umur simpan donat.
5. Mentega
berfungsi sebagai pelumas adonan, penggunaan lemak secara normal akan
meningkatkan volume adonan, juga berperan sebagai peningkatan keempukan donat
yang akan membuat pori-pori donat menjadi halus.
6. Protein
gliadin dan glutenin (dalam tepung terigu) bila ditambah air akan membentuk
gluten, saat air ditambahkan glutenin mengembang dan menyerap gliadin, mesonin
dan sebagian protein larut air, sedangkan fungsi gluten itu sendiri adalah
untuk menahan gas.
Saat
pengembangan adonan, udara (oksigen) akan masuk kedalam adonan, akibatnya akan
terjadi kondisi yang anaerob dan terjadi proses fermentasi dan juga
menghasilkan gas CO2. Gas CO2 yang terbentuk menyebabkan adonan donat
mengembang dan alkohol berkontribusi dalam membentuk aroma donat.Proses fermentasi oleh ragi juga
berhubungan dengan aktivitas enzim yang terdapat pada ragi.
Alat
dan bahan :
Alat
:
1.
Baskom
2.
Mangkuk
3.
Pisau
4.
Panci
5.
Sendok
6.
Penggerus
Bahan
:
1.
500 gr tepung terigu
2.
200
gr kentang
3.
100
gr gula pasir
4.
100
ml air dingin
5.
75
gr mentega
6.
50
gr susu bubuk
7.
11
gr ragi instant (1 sachet )
8.
4
butir kuning telur
9.
½
sendok teh garam
Cara
kerja :
· Rebus kentang dan Gerus hingga halus
· Campurkan
tepung terigu,gula , susu bubuk dan ragi instan ,kemudian aduk hingga rata
· Setelah
itu masukan kentang halus , kuning telur
dan air dingin, aduk lagi hingga rata.
· Selanjutnya diamkan selama 20 menit.
hingga mengembang,kemudian lubangi tengahnya hingga berbentuk cincin .
· Sambil menunggu donat mengembang . panaskan minyak.
· Jika
sudah panas , masukan donat dan goreng hingga berwarna kuning keemasan, angkat
dan tiriskan.
· Taburi
donat dengan gula halus atau hiasi dengan topping.
· Donat
kentang siap untuk dihidangkan.
·
Dari
hasil percobaan yang dilakukan didapatkan bahwa donat termasuk kedalam buih
padat. Dimana fase terdispersi gas dan dengan medium pendispersi zat padat
(adonan). Proses peragian pada donat yang melepas gas karbondioksida terlibat dalam proses
pembuatan donat. Kestabilan buih ini dapat diperoleh dari zat pembuih juga
(surfaktan). Zat pembuih protein gluten dari tepung kemudian akan membentuk
lapisan tipis mengelilingi gelembung karbondioksida untuk membentuk buih padat.










0 komentar:
Posting Komentar